Maverick Vinales Berambisi Jalani Comeback di Spanyol

Maverick Vinales Berambisi Jalani Comeback di Spanyol

Setelah gagal mencapai garis finish pada race austin dua pekan lalu, rider yamaha Movistar, Maverick Vinales, mengaku memiliki motivasi ekstra untuk jalani comeback saat bertandang ke Spanyol pada race ke empat akhir pekan ini dan menatap podium lagi.

Maverick Vinales Berambisi Jalani Comeback di Spanyol

Sebagaimana diketahui, Vinales adalah raja di pra musim, memenangi seluruh race , kemudian tampil gemilang di dua race pertama , namun secara mengejutkan kemudian mengalami crash saat baru memasuki lap kedua di Austin dua pekan lalu. Karenanya, Rider asal Spanyol tersebut harus rela posisinya di puncak klasemen direbut oleh Valentino Rossi.

Namun, Vinales masih memiliki pelaung untuk mengkudeta rekan setimnya tersebut dalam race akhir pekan ini di Jerez, Spanyol. Sang Rider mengaku optimis dengan peluangya dan menjalani comeback disana.

“Setelah hasil mengecewakan di Austin, saya senang tak mengalami cedera apapun. Kami juga kembali membuktikan bahwa kami punya potensi untuk memperebutkan kemenangan di setiap balapan, dan hal ini memotivasi saya untuk tiba di Jerez lebih kuat dari seri sebelumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Vinales mengaku lebih optimis setelah melihat catatan positif Yamaha Movistar di Jerez. Dia yakin tren tersbut akan dilanjutkan lagi oleh Yamaha.

“Jerez bersahabat dengan Yamaha, mereka selalu sangat cepat, jadi saya tahu saya bisa tampil kuat di Jerez seperti di seluruh sirkuit awal musim ini. Kami hanya harus fokus, melakukan setup yang baik pada tunggangan kami dan bermain ngotot sampai garis finish. Saya juga merasa memiliki motivasi yang lebih besar pada race kali ini” pungkas Vinales

Marc Marquez Tatap Positif Balapan di Jerez, Spanyol

Marc Marquez Tatap Positif Balapan di Jerez, Spanyol

Setelahh melalui tiga seri pertama MotoGP tahun ini di Luar Eropa, rider repsol Honda, Marc Marquez, mengaku sangat senang karena akan pulang ke kampung halamanya, Spanyol. Bahkan, usai sukses mengasapi semua rider pada edisi Austin pekan lalu, Marquez menatap optimis peluangnya di Jerez akhir pekan ini.

Marc Marquez Tatap Positif Balapan di Jerez, Spanyol

Sebagaimana diketahui, Marquez finish di peringkat ke-4 saat race qatar berlangsung, dia sempat mengalami crash di Argentina, kemudian mampu membalas di Seri Austin dengan finish sebagai yang pertama. Kini, Pebalap asal Spanyol telah mengoleksi 38 poin dan duduk di posisi ketiga pada klasemen sementara. Prestasi ini pun membuat Marquez yakin dirinya belum habis dan keluar dari peta perebutan gelar dunia tahun ini.

“Saya senang seri selanjutnya kembali digelar di Spanyol, karena balapan di rumah sekaligus di hadapan fanclub sendiri selalu istimewa. Kemenangan di Austin membuat kami lebih percaya diri dan termotivasi tetap bekerja keras, paham cara meningkatkan setup motor, meski Jerez salah satu sirkuit paling sulit dan mengecoh,” Demikian kata marquez soal Sirkuit jerez sbagaimana dilansir situs resmi Repsol Honda.

Lebih lanjut, juara dunia lima kali ini angkat bicara mengenai tingkat kesulitan yang akan dia temui di Jerez nanti. Kendati tempatnya di Spanyol, namun Marquez tak merasa akan mudah menaklukan Jerez pada seri keempat GP pekan ini.

“di Jerez, anda tidak hanya harus membuat motor anda berbelok dengan sangat baik, tapi juga stabil saat pengereman, karena inilah yang menentukan catatan waktu yang baik. Di sini, para rival selalu sangat cepat, tapi saya rasa kami bisa bekerja dengan baik,” tandas sang rider.

Start Yang Buruk Buat Ducati dan Lorenzo harus Saling Membantu

Start Yang Buruk Buat Ducati dan Lorenzo harus Saling Membantu

Seiring dengan buruknya performa Ducati corse pada tiga seri pertama ajang MotoGP tahun ini, salah seorang rider Legendaris asal Amerika Serikat, Wayne Rainey kemudian menyarankan agar Ducati dan Pembalap barunya, Jorge Lorenzo harus saling membantau satu sama lain untuk bisa mendapatkan hasl yang lebih baik kedepannya.

Start Yang Buruk Buat Ducati dan Lorenzo harus Saling Membantu

Sebagaimana diketahui, sejauh ini hanya Davioso selaku perwakilan Ducati Corse yang berhasil naik ke podium, itupun hanya sekali, pada seri pertama di Qatar, sedangkan Rider lainnya termasuk Pembalap Anyar Jorge Lorenzo Tersengal-sengal dalam tiga seri pertama. Saat bermain di Austin kemarin, eks rider yamaha ini hanya finish di peringkat ke-9. Rainey mengaku mengkhawatirkan proses adaptasi Lorenzo yang ternyata butuh waktu lebih lama dari dugaan.

Bahkan, Juara Kelas 500cc tiga kali tersebut mulai meragukan, apakah keputusan Pebalap asal Spanyol tersebut untuk pindah ke Ducati pada awal musim ini memang merupakan langkah yang tepat.

“Mungkin Jorge berpikir, ‘aku yang terbaik, dan aku ingin membuktikannya,’ dan lalu hijrah ke Ducati. Saya tak tahu apa ia benar-benar berpikir dirinya yang terbaik. Yang jelas ia tengah berpikir ia harus mengalami kemajuan,” ujar Rainey.

Lebih lanjut, Rainey berpendapat, sekarang tugas untuk memperbaiki tidak hanya harus dilakukan oleh Jorge Lorenzo Saja, tapi juga pihak Ducati. Rider harus berusaha untuk beradaptasi lebih baik, sedangkan Ducati harus berusaha terus membantu Sang Rider.

“Jorge harus ubah gaya balap, dan Ducati harus membantu. Keduanya harus saling memahami, bahwa Jorge sangat smooth sementara Ducati harus dikendarai secara agresif,” ungkapnya.

Namun, terlepas dari itu semua, Wayne Rainey tetap memiliki keyakinan, cepat atau lambat, Jorge Lorenzo bakal mampu kembali ke level semula, bersaing seperti tahun-tahun sebelumnya namun dengan tunggangan ducati.